Berinvestasi di Startup, Antara yang Baru dan Sudah Mapan ?

Media : DailySocial , Tanggal : 01/01/2016, Tampil : 892

Sumber gambar : dailysocial.id

Berinvestasi di startup memiliki dua sisi yang selalu berseberangan. Satu sisi dapat melejitkan startup terutama di negara berkembang seperti Indonesia, yang berdampak luas pada ekosistem secara umum, di sisi lain sebuah startup bisa gagal memanfaatkan suntikan dana dan akhirnya tutup. Bukankah kegagalan adalah hal yang akrab di dunia startup? Investasi ke startup baru yang masih kecil bisa membantu menumbuhkan ekosistem. Menurut managing partnert Ideosource yaitu sebuah perusahaan kapital ventura asal Indonesia, Andi mengungkapkan bahwa berinvestasi di startup kecil seperti jackpot. Bisa jadi untung bisa jadi tidak. Ia memilih berinvestasi di startup yang sudah matang meski harus dengan modal yang cukup lumayan. Seperti yang di informasikan ke media bahwa Ideosource telah mendanai / berinvestasi di Bhinneka.com dengan nilai mencapai 300 miliar Rupiah.

Lihat Selengkapnya



Bagikan :



Generic Banner Populer
Perbedaan antara Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Olx, Kaskus, Yukbisnis ?

Cara membuat aplikasi Android untuk toko online

Cara live di FB & Youtube tanpa perlu live

Tutorial Menjual Produk Laris di Marketplace, Facebook, dan Instagram


Sosmed


Tentang

BicaraTekno merupakan portal yang membagikan seputar teknologi informasi dari berbagai situs-situs teknologi.

2015, BicaraTekno© by BicaraTekno