5 Pelajaran Membangun Startup untuk Mahasiswa

Media : Tech In Asia, Tanggal : 20/02/2016, Tampil : 885

Sumber gambar : id.techinasia.com

Membangun Startup saat menjadi mahasiswa adalah yang sangat tepat. Dalam faktanya membangun usaha rintisan atau startup di bidang teknologi adalah hal ynag tidak mudah, perlu waktu yang panjang agar produk startup tersebut dapat diterima oleh masyarakat luas. Menurut para pengusaha startup yang sudah berpengalaman, dalam membangun startup di butuhkan waktu 5 - 7 untuk menvalidasi produk startup tersebut diterima oleh masyarakat. Lumrahnya, produk atau jasa dari startup berupa solusi kepada masyarakat. Kita dapat ambil contoh Go-Jek. Startup merupakan memiliki sebuah jasa yang memberikan solusi transportasi yang mudah, cepat dan menjangkau (sustainable) masyarakat ditengah kemacetan Jakarta dan sekitarnya. Dan masih banyak startup yang lainnya. Kebanyakan startup di Indonesia berupa marketplace/e-commerce seperti tokopedia, bukalapak, dll.

Dilansir dari portal teknologi asal Singapura, TechInAsia yang juga memiliki cabang di Indonesia. tentang lima  pelajaran dalam membangun Startup untuk para mahasiswa  di Indonesia. Hal - hal tersebut dituturkan oleh  Natali Ardianto, yang merupakan CTO dan Co-Founder Tiket.com. Menurutnya bagi Kalian mahasiswa yang ingin mendirikan startup pertama kali kalian mesti 

  1. Rilislah produkmu sekarang artinya Anda jangan lama - lama memikirkan ide yang ada di otak Anda tapi segeralah untuk di implementasikan
  2. Tidak ada yang terlalu muda untuk bisnis yang besarartinya jangan minder karena masih muda Sebenarnya saat ini anak muda malah lebih dipandang, maka dari itu jangan suka malu karena umur yang terlalu muda
  3. Lakukan yang terbaik dan belajar dari yang terbaik dimana sembilan puluh persen pengetahuan atau wawasan entrepreneur miliknya yaitu datang dari para senior dan mentor-mentornya yang sudah berpengalaman. Tiket.com memiliki susunan komisaris yang terdiri dari orang-orang berpengalaman.
  4.  Jangan menunggu pasar , menurutnya Kita dapat lihat bagaimana GO-JEK masuk ke pasar lebih dahulu, dan beberapa kompetitornya bersusah payah melakukan penetrasi.
  5. Jangan pernah meremehkan kekuatan dari ketekunan dan konsistensi

Mau lebih tau detailnya, Anda dapat lihat selengkapnya. 

Lihat Selengkapnya



Bagikan :



Iklan
Populer
Perbedaan antara Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Olx, Kaskus, Yukbisnis ?

Cara membuat aplikasi Android untuk toko online

iGrow, Solusi berkebun tanpa harus memiliki kebun

Tutorial Menjual Produk Laris di Marketplace, Facebook, dan Instagram


Sosmed


Tentang

BicaraTekno merupakan portal yang membagikan seputar teknologi informasi dari berbagai situs-situs teknologi.

2015, BicaraTekno© by BicaraTekno