Kenapa rata2 website yang di SEO kan websitenya di penalty google ?

Media : Redaksi Bicaratekno, Tanggal : 13/10/2019, Tampil : 207

Sumber gambar : mediagistic.com

Kenapa rata2 website yang di SEO kan websitenya di penalty google ? Mungkin ada yang setuju atau juga tidak. SEO adalah cara atau metode mengoptimasi halaman/webpage agar mesin pencari dapat muncul dihalaman pertama. utama nya dihalaman pertama Google. Dengan begitu, pemilik website berlomba-lomba untuk menggunakan teknik SEO agar websitenya berada di halaman pertama.

Dilansir dari saungseo.com (Konsultan SEO ) , bahwa 75% website yang di SEO kan mendapatkan websitenya terkena penalty / hukuman dari google. Dan Parahnya hampir semua pemilik website tidak menyadari bahwa websitenya di penalty karena deindex dan sandbox bukan satu-satunya hukuman yang diberikan oleh google. Apabila telah masuk list Zona Penalty dari Google, maka akan sia-sia teknik-teknik SEO yang digunakan untuk mendongkrak websitenya dihalaman pertama Google. 

Mungkin temen-teman yang sudah memiliki webiste tapi mengalamani hal sebagai berikut :

  • Pengunjung website Kamu trafiknya rendah sehingga bisnis online Kamu tidak ada Pembeli atau apabila bermain google adsense penghasilnnya kurang memuaskan 
  • Sudah menggunakan Biaya iklan di FB Ads semakin membekak namun OMSET segitu-gitu saja.
  • Terlalu banyak TEKNIK SEO sehingga bingung Harus mulai belajar dari mana.
  • Algoritma google yang terus berubah-ubah ynag membuat semakin frustasi 
  • Parahnya lagi Website terkenak PENALTY dan Kamu tidak tau harus bagaimana.

Mungkin bisa belajar dari materi seo  di  website saungseo.com 


Bagikan :



Generic Banner Populer
Perbedaan antara Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Olx, Kaskus, Yukbisnis ?

Cara membuat aplikasi Android untuk toko online

Cara live di FB & Youtube tanpa perlu live

Tutorial Menjual Produk Laris di Marketplace, Facebook, dan Instagram


Sosmed


Tentang

BicaraTekno merupakan portal yang membagikan seputar teknologi informasi dari berbagai situs-situs teknologi.

2015, BicaraTekno© by BicaraTekno